<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-19446088</id><updated>2011-04-21T21:21:03.627-07:00</updated><title type='text'>THE SHOW MUST GO ON</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gatek.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19446088/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatek.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bumi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13182377067012896020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19446088.post-114594573561543030</id><published>2006-04-24T23:13:00.000-07:00</published><updated>2006-04-24T23:17:51.010-07:00</updated><title type='text'>PERCAKAPAN (sebuah Cerpen)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PERCAKAPAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh Hanung Bramantyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Akhirnya layang-layang itu berhasil di terbangkan. Kuning. Berekor merah. Jingga langit senja itu menciptakan warna kontras. Suara tawa pecah dari mulut anak-anak kecil di lapangan. Gembira ...           &lt;br /&gt;            kriiing!!&lt;br /&gt;            'Hi, Al'            &lt;br /&gt;            'Hi, Ben. lagi ngapain?'          &lt;br /&gt;            'Beres-beres. Besok berangkat.'&lt;br /&gt;            'Ke Sumbing?'&lt;br /&gt;            'Lawu.'&lt;br /&gt;            'Kenapa kamu sering ke Lawu?'        &lt;br /&gt;            'hmm...suka aja.'&lt;br /&gt;            'Pasti pinus-pinus itu yang membuatmu jatuh hati.'   &lt;br /&gt;'Bukan. batu-batu itu yang membuatku selalu tertantang.'&lt;br /&gt;'haha, kamu emang selalu merasa tertantang dengan apapun. Tidak cuma batu-batu.'&lt;br /&gt;            'oh, gitu ya?'&lt;br /&gt;            'Yeah. itu juga yang membuatmu selalu tampak antusias.'&lt;br /&gt;            'oh ya?'&lt;br /&gt;            'Dan ........ menyala.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            layang-layang itu bergoyang tertiup angin. Menukik kebawah tiba-tiba. Anak-anak berteriak 'awass!!!!'.&lt;br /&gt;            Kriiing! Kriiiing!        &lt;br /&gt;            'Hi, Al.'           &lt;br /&gt;            'baru bangun ya? Sorry, sorry. ntar aku telp lagi, deh.'&lt;br /&gt;            'Gak apa-apa. aku emang harus bangun.'&lt;br /&gt;            'bener gak apa-apa?'&lt;br /&gt;            'hmm ... ada apa?'&lt;br /&gt;            'Gimana Lawu?'&lt;br /&gt;            'Hujan deras. Kejebak di pos 4. Gak bisa ngapa-ngapain.'&lt;br /&gt;            'Yah, Sayang dong.'&lt;br /&gt;            'Udah biasa, kok. minggu depan kesana lagi. Mungkin mampir Yogya. Tengok anakku.'&lt;br /&gt;            'Aku kangen sama Rangga. Pengen peluk dia.'&lt;br /&gt;            'Akhir bulan ini mau aku ajak ke Jakarta. Liburan sekolah.'&lt;br /&gt;            'Ikutan dong. Aku kangen banget ama dia.'&lt;br /&gt;            'Ntar Suamimu cemburu.'&lt;br /&gt;            'Dia gak pernah cemburu. Dia juga gak pernah melarangku kemana-mana. Dia ... seperti tidak peduli sama aku'&lt;br /&gt;            'Tapi dia kaya kan?'&lt;br /&gt;            'Aku tidak butuh uangnya, Ben.'&lt;br /&gt;            'Oh, maaf.'&lt;br /&gt;            'Isterimu gimana?'&lt;br /&gt;            'apanya?'&lt;br /&gt;            'Dia akan kamu ajak?'&lt;br /&gt;            'Dia pasti gak mau.'&lt;br /&gt;            'Tapi kamu sebenarnya pengen ajak dia, kan?'&lt;br /&gt;            'Gak juga. Aku cuma pengen nyenengin Rangga aja. Udah 3 bulan gak ketemu.'&lt;br /&gt;            'Kenapa isterimu begitu sih?'&lt;br /&gt;            'apanya?'&lt;br /&gt;            'Katamu, dia gak peduli sama Rangga lagi.'&lt;br /&gt;            'Aku bilang, isteriku ‘seperti‘ tidak peduli sama Rangga. Bukan ‘sama sekali’  tidak peduli. Mungkin karena pekerjaannya. Dia kan workaholik. Tipe perempuan dengan banyak cita-cita dikepala. Cenderung Obsesif'&lt;br /&gt;            'Kenapa kamu kawin sama dia?'&lt;br /&gt;            'Kawin bukan cuma soal cinta, Al. Kawin soal komitmen?'  &lt;br /&gt;'Jadi menurut kamu isterimu gak bisa diajak berkomitmen?' &lt;br /&gt;'Dia orang yg komit. Tapi ketika Rangga lahir, kami seperti kesusahan membagi tugas. Rangga seperti jadi penghalang cita-citanya. Aku sama dia jadi sering salah-salahan tanpa penyelesaian. Akhirnya Rangga yang jadi korban.'&lt;br /&gt;            'Kamu cinta isterimu kan, Ben?'&lt;br /&gt;            'Aku gak tahu, Al. Sekarang ini cintaku hanya buat Rangga.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Layang-layang itu berusaha stabil ditengah angin yang mulai mengencang. Bergoyang. Kekiri. Ke kanan. Terlihat si kecil penarik tali layang-layang meringis menahan gunjangan. Luka tangan akibat besetan benang tidak dihiraukan. Pedih. Tapi senang.&lt;br /&gt;            'Kenapa kamu tidak cerai dengan isterimu, Ben?'&lt;br /&gt;            'Kamu juga kenapa tidak cerai dengan suamimu?'&lt;br /&gt;            'Kalau kamu ceraikan isterimu, aku akan ceraikan suamiku'  &lt;br /&gt;'Haha ...'&lt;br /&gt;            'Aku serius, Ben.'&lt;br /&gt;            'Ups. Sorry, aku cuma geli. Kamu tiba-tiba jadi melangkolis.'&lt;br /&gt;            'Aku memang melangkolis, Ben. Aku juga rapuh. Aku butuh orang yang memperhatikanku. Mengerti aku. Mencintai aku.'&lt;br /&gt;            'Aku bukan orang yang perhatian loh, Al. Aku juga bukan orang yang pengertian.'&lt;br /&gt;            'Tapi aku cinta ama kamu, Ben'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sebuah layang-layang lain mendekat. lebih besar. Berwarna Hijau daun. Tanpa ekor. Anak-anak bersorak. Si Kecil pemegang kendali menjadi tertantang. Matanya yang semula menyipit berubah lebar. Tajam.&lt;br /&gt;            Kriiiing! Kriiiiiiiing!    Kriiiiiiiiiiing!&lt;br /&gt;            'Sorry Al, aku lagi mandi. Bisa telp 5 menit lagi?'&lt;br /&gt;            'Gak bisa ya terima telp sambil mandi. Hp mu kan bisa di buka speakernya?'&lt;br /&gt;            'Kalau kamu gak keberatan?'&lt;br /&gt;            'Aku malah bisa sambil ngebayangin kamu.'&lt;br /&gt;            'Hmm ...'&lt;br /&gt;            'Aku kangen sekali ama kamu, Ben.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Layang-layang hijau mulai mengejek layang-layang si kecil. Menantang. Sorak-sorai anak-anak yang lain membuat telinga si kecil jadi panas. Si kecil menggerakkan tangan kanannya, mendekatkan layang-layangnya ke arah lawan.&lt;br /&gt;            'Suamimu kemana?'&lt;br /&gt;            'Jangan tanya dia kemana. Dia tidak kemana-mana. Tapi aku tidak merasakan kehadiran dia.'&lt;br /&gt;            'Kalau sampai dia tahu gimana?'&lt;br /&gt;            'Dia bakal gak peduli.'&lt;br /&gt;            'Sekalipun kamu bicara soal cinta?'&lt;br /&gt;            'Sekalipun aku bicara soal sex dia juga tidak akan peduli. Dia laki-laki dingin. Statis. Tidak bergairah. Tidak sepertimu. Selalu membara.'   &lt;br /&gt;            'Ah, kamu Al. Aku suka kalau kamu sudah membandingkan aku dengan suamimu.'&lt;br /&gt;            'Ben. Aku kangen sama kamu.'&lt;br /&gt;            'Aku juga.'&lt;br /&gt;            'Aku ke kamar mandi dulu ya. Jangan ditutup hpnya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Layang-Layang hijau tidak mau kalah. Dia menukik, menyentuhkan tubuhnya ke ekor si lawan. Terlihat Layang-layang si kecil bergoyang. 'Woooo!!!!' teriak anak-anak yang lain.&lt;br /&gt;            'Aku sudah berbaring di bath up, Ben. Kamu?'&lt;br /&gt;            'Aku duduk di Closet.'&lt;br /&gt;            Layang-layang si kecil membalas menukik tidak mau kalah.&lt;br /&gt;            'Ben aku bayangin kamu mendekapku.'&lt;br /&gt;            'Aku juga.'&lt;br /&gt;            'Aku menyentuhnya, Ben.'&lt;br /&gt;            'Aku .... juga menyentuhnya.'&lt;br /&gt;            'Aku .... '&lt;br /&gt;            'Al ...'&lt;br /&gt;            Layang-layang si kecil semakin memburu layang-layang Hijau. Dengan gesit layang-layang hijau menghindar untuk kembali menampar layang-layang si kecil. 'Anjing!' pekik si kecil.&lt;br /&gt;            'Aku mulai naik, Ben.'&lt;br /&gt;            'Aku suka itu, Al. teruskan.'&lt;br /&gt;            'Aku naik, Ben.'&lt;br /&gt;            'Aku .... juga.'&lt;br /&gt;            'Woooooo!!!!' pekik anak-anak sambil tepuk tangan. Layang-layang hijau mulai menjeratkan benangnya ke layang-layang si kecil.&lt;br /&gt;            'Aku gak kuat, Ben. Aku ...'&lt;br /&gt;            'Teruskan, Al. Teruskan ...'&lt;br /&gt;            Layang-Layang Hijau bergerak-gerak menggesek-gesekkan benangnya ke layang-layang si kecil. Saling tumpang tindih. Saling beradu. Diatas langit senja yang mulai memerah itu kedua layang-layang itu saling menampar. Sengit. Bergairah.&lt;br /&gt;            'Aku sebentar lagi, Ben ...'&lt;br /&gt;            'Teruskan, Al ...'&lt;br /&gt;            'Bennn ...'&lt;br /&gt;            'Allll ...'&lt;br /&gt;            Benang layang-layang si kecil putus. Melayang tanpa benang terkait. Mengembara menuju langit senja yang mulai memerah. Sendirian. Lepas … Lepas …&lt;br /&gt;             Perlahan, mata si kecil menjadi kosong. Nanar. Suara teman-temannya yang mengejek menjadi sumbang. Bergema. Kemudian hilang. Tinggal keheningan yang menyayat. Dia merasakan tubuhnya seperti melayang. hanya airmatanya yang dia rasakan jatuh ke tanah. Dia ... kehilangan.       &lt;br /&gt;            'Ben ... kenapa kamu tidak mau kawin sama aku?’&lt;br /&gt;            ‘mmm …’&lt;br /&gt;            ‘Daripada kita terus-terusan seperti ini.'&lt;br /&gt;            'Aku ...'&lt;br /&gt;            'Aku bisa jadi Ibu yang baik buat Rangga. Isteri yang setia.'&lt;br /&gt;            'Aku tahu Al. Aku tahu ...'&lt;br /&gt;            'Ceraikan isterimu. Lalu menikahlah denganku.'&lt;br /&gt;            'Aku takut.'    &lt;br /&gt;            'Takut apa?'&lt;br /&gt;            'Aku tidak tahu, Al ...'&lt;br /&gt;            'Beni yang aku kenal selalu tertantang sama batu-batu dan lereng-lereng terjal.'&lt;br /&gt;            'hentikan, Al ...'&lt;br /&gt;            'Berani melawan hujan badai, sekalipun seorang diri diatas gunung ...'&lt;br /&gt;            'Hentikan! Please!'&lt;br /&gt;            'Berani menari diatas bukit-bukit terjal menantang curamnya jurang.'&lt;br /&gt;            'HENTIKAN!!!'&lt;br /&gt;            'Aku mencintaimu, Beni! Aku mencintaimu!'&lt;br /&gt;            'Aku ....  takut. Al'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dengan mata basah, si kecil masuk ke rumah. Seorang lelaki tua mendekati. Menatap matanya yang basah lalu menyeka kelopaknya. Si Kecil tidak berkata apa-apa. Seolah sudah terbiasa dengan sikapnya, si kecil dipeluk. Rasa kehilangan yang menyayat itu perlahan hilang. Berganti rindu. Rindu yang terpendam.&lt;br /&gt;            'Bapak kapan datang, kek?'&lt;br /&gt;            'Nanti kalau kamu libur sekolah.'&lt;br /&gt;            'Rangga kangen ....'    &lt;br /&gt;Lelaki tua yang disebut kakek itu kemudian mengajaknya masuk.   &lt;br /&gt;            Krriiiing! Krrriiiiing!!!! Krrrriiiiiiiiiiiiiiiiing!!!!&lt;br /&gt;            ‘Hai, gua Beni. Sorry, lagi gak bisa ngangkat telpon. Tinggalin pesan.‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 23 April 2006&lt;br /&gt;Hanung Bramantyo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19446088-114594573561543030?l=gatek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatek.blogspot.com/feeds/114594573561543030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19446088&amp;postID=114594573561543030' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19446088/posts/default/114594573561543030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19446088/posts/default/114594573561543030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatek.blogspot.com/2006/04/percakapan-sebuah-cerpen.html' title='PERCAKAPAN (sebuah Cerpen)'/><author><name>bumi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13182377067012896020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19446088.post-113554042937741660</id><published>2005-12-25T10:54:00.000-08:00</published><updated>2005-12-25T12:07:07.476-08:00</updated><title type='text'>Bhumi ...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3432/1666/1600/Bumi.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3432/1666/320/Bumi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Barmastya Bhumi Brawijaya, adalah namanya. Barmastya adalah senjata Arjuna berwujud panah yang apabila di tembakkan ke langit akan menghasilkan hujan panah api buat musuhnya. Sedangkan Bhumi Brawijaya berarti tanah perdikan Malang (tempat Raja Brawijaya berkuasa). Oleh ayahnya nama itu diberikan agar kelak Bhumi menjadi api bagi Nusantara yang sedang meredup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, Bhumi berumur 5 tahun. Laki-laki berzodiak gemini itu, tepat dilahirkan tanggal 20 Juni 2001. Parasnya tampan, berkulit kuning dan bermata bulat seperti ibunya. Hanya tiga tahun dia tinggal bersama ayah ibunya. selebihnya tinggal bersama neneknya di Malang. Setelah peristiwa perceraian itu, ibunya memilih Bhumi untuk ditinggal di Malang bersama neneknya. Ibunya bekerja di Jakarta memenuhi impiannya menjadi 'wanita mandiri'. Sedangkan ayahnya di Jakarta, tenggelam dalam pekerjaannya sebagai sutradara. Perpisahan itu, membuat Bhumi menjadi anak yang sensitif. Pernah suatu kali dia menangis ketika ayahnya memetik gitar dan menyanyi dengan maksud menghiburnya. Katanya 'Bhumi tidak mau sedih. Bhumi tidak mau nangis.' Lalu ketika ayahnya tampak murung, Bhumi selalu bertanya 'kenapa bapak sedih? Bapak tidak boleh sedih. Bapak tidak boleh nangis.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Bhumi sudah sekolah. Sudah bisa mengaji, sholat, tapi tidak bisa membaca dan menulis seperti teman-temannya di sekolah. Kata gurunya, Bhumi anak yang aktif dan pintar bergaul. Tapi dia susah dalam belajar. Dia lebih suka bermain. Kebetulan gurunya tidak memaksa dia. Karena bisa-bisa Bhumi akan marah dan memilih untuk pergi jika dipaksa. Ya, Bhumi punya sifat mirip ibunya. Tidak suka dipaksa. Dia bergerak atas dasar keinginannya. Jujur, terbuka dan tidak rendah diri. Anak seusia dia ketika berhadapan dengan orang asing biasanya takut. Tapi Bhumi tidak. Dia lebih suka berkenalan. Bahkan dengan dokter. Seorang anak biasanya takut sama dokter. Tapi Bhumi justru bisa berdialog dengan dokter seperti berdialog dengan ayah ibunya. Sewaktu hendak diperiksa, Bhumi selalu bilang 'Bhumi bisa buka mulut sendiri, pak dokter gak usah maksa pake itu' Sambil menunjuk pada alat yang biasa dipakai buat ngebuka lidah biar tidak menutupi tenggorokannya. Begitulah Bhumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, bhumi sedang sakit amandel. Keceriaan dan ketangkasannya berubah lamban. Amandel membatasi ruang geraknya. Ancaman panas tinggi dan susah menelan karena sakit kerap menghantuinya tiap bulan. Hal itu sudah diketahui sejak setahun yang lalu. Kini Oleh dokter Amandel Bhumi harus diambil. Artinya harus dioperasi. Sebab amandel itu kini sudah menyentuh kendang telinganya dan hampir menyumbat saluran pernapasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh gusti! cobaan apa lagi yang akan Kau berikan padanya. Skenario apa yang Kau tulis buat anak itu. Perceraian, perpisahan, kesepian, rasa rindu pada ayah ibunya, rasa cemburu ketika melihat teman-teman sekolahnya bisa dengan mudah mencium ayah ibunya tiap saat, kerap dirasakannya. Tiap hari. Tiap malam. seiring tawanya, seiring lelap tidurnya. Sekarang ditambah lagi penderitaan oleh rasa nyeri tenggorokan akibat amandel. Ada apa dengan Bhumi? Apa salah dia, Gusti? Apakah Kau akan menjadikannya panah api buat Nusantara ini seperti yang ayahnya impikan, karena itu Kau selalu berikan cobaan agar hatinya membara? Begitukah cara Kau mencintai manusia? Ataukah Kau justru hendak berbicara kepada ayah ibunya, bahwa perceraian itu adalah senjata tajam yang siap menikam mati anak-anaknya? Begitukah, Gusti?Tapi kenapa harus Bhumi? Tidak sanggupkah Engkau berteriak lantang dengan ayah ibunya? Ataukah lantaran ayah ibunya terlalu budeg dengan sabda-sabdamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Engkau tidak melakukan itu lantaran Kau kesepian, sehingga Kau ciptakan mainan-mainan Manusia di bumi ini. Termasuk Bhumi, anak kecil bermata bulat itu dan gendut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, rasa nyeri dan panas badan akibat demam itu sedang merasuk ke tubuhnya. Semoga dia baik-baik saja. Sekalipun Ayah dan ibunya berpisah, tapi dalam hati mereka selalu berkata "Bapak sama ibu tidak akan ninggalin kamu ... bapak sama ibu tidak akan ninggalin kamu ..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19446088-113554042937741660?l=gatek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatek.blogspot.com/feeds/113554042937741660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19446088&amp;postID=113554042937741660' title='17 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19446088/posts/default/113554042937741660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19446088/posts/default/113554042937741660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatek.blogspot.com/2005/12/bhumi.html' title='Bhumi ...'/><author><name>bumi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13182377067012896020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19446088.post-113492103821310337</id><published>2005-12-18T07:21:00.000-08:00</published><updated>2005-12-18T12:22:26.493-08:00</updated><title type='text'>Menang?</title><content type='html'>Brownies? kenapa? kok?&lt;br /&gt;Aku tahu semua pasti bertanya begitu. Tidak rela? Yup! Aku sadar! &lt;em&gt;Brownies &lt;/em&gt;tuh film apaan sih? Cerita cinta basi dan gak bisa diandalkan sedikitpun buat di apresiasi, bahkan buat Festival. Tapi dapet &lt;em&gt;Citra&lt;/em&gt; di penyutradaraan, pemain wanita dan tata suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal bikin &lt;em&gt;Brownies&lt;/em&gt; di pertengahan tahun 2003 . Ketika itu Aku datang ke sinemart menawarkan cerita yang berjudul &lt;em&gt;Surakarta 1912&lt;/em&gt;. Kisah tentang percintaan dua manusia yang berlainan budaya (Cina dan Jawa), yang mengambil latar belakang sejarah perkembangan industri batik tahun 1912. Aku menyadur secara bebas dari kisah Romeo dan Juliet-Shakespeare. Tapi ...... kemudian ..... &lt;em&gt;Hasil jadinya di bioskop &lt;/em&gt;berubah menjadi kisah cinta antara Mel (Marcela) dan Are (Bucek). Mel bukan cina, tapi Jakarta tulen. Sedangkan Are, laki-laki pendiam yang punya kios buku. Keduanya hidup dengan Setting jakarta modern. &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kok bisa begitu?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Surakarta 1912&lt;/em&gt; DIANGGAP TIDAK KOMERSIL. Berat dan Idealis. 'Bikin yang ringan saja' kata pak leo. 'Nih!' Ada tiga lembar HVS berisi cerita. Judulnya &lt;em&gt;Cinta ... Enggak ya? &lt;/em&gt;Karya Lina Nurmalina (celakanya dia adalah senior saya di IKJ). Aku butuh waktu Sepuluh menit membaca. kemudian Lima menit Aku diam saja. Mencoba menimang perasaan ku. Pak Leo tahu aku tidak suka. Tapi aku menjawab ... "Bagus! Cerita ini menarik." Pak leo tersenyum dengan jawabanku. Mungkin beliau tidak tahu bahwa dalam hatiku menjerit 'Asuuu ...!'. Tapi karena aku punya kepentingan agar bisa masuk dalam dunia industri film layar lebar (Yang udah aku impikan sejak SMA), aku rela untuk 'Tidak jujur' dengan perasaanku. Karena aku percaya bahwa cerita jelek, ditangani dengan serius, pasti akan ada nilainya. &lt;em&gt;Deal!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Perlahan proses kreatif berlanjut. Mula-mula aku coba diskusi dengan Lina Nurmalina. tapi pada akhirnya kami sama-sama menemui jalan buntu. akhirnya Lina menyerahkan semua ke aku. Kesempatan ini aku pakai untuk merobah sesuai dengan keinginanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari judul. Waktu itu aku asal sebut &lt;em&gt;Brownies.&lt;/em&gt; Karena ketika aku melakukan perobahan, ditemani kue bantet itu. Mengharukan, pak leo suka dengan judul itu. Setidaknya itu membuat gairahku berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku stug!!! Mandeg!!! aku gak tahu harus berbuat apa dengan skenario ini. Di tengah aku stress, aku kenal Salman aristo di gedung 28 ketika ada acara pemutaran film pendek. perkenalanku dengan Aris membawa berkah buat Brownies. Ketika Aris baca, dia bilang 'Skenario ini berada dalam stadium 4'. Harus dioperasi. artinya harus diganti dengan plot baru. aku gak tahu apakah pak leo setuju dengan usul itu. Diluar dugaan pak leo setuju. Akhirnya Aris membuat sinopsis baru dengan hanya mengambil nama-nama tokoh utama dan setting cerita dari skenario Lina Nurmalina. Konflik dan latar belakang karakter dibikin baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaib sekali.&lt;br /&gt;waktu itu pagi jam 7. aku bangun gara-gara dering Hp tertera nama Leo Sutanto. Kalimat pertama yang beliau ucapin 'Saya suka cerita ini. Ini kayak film Amerika.' terasa banget darah yang semula beku mendadak cairrrr. Jawaban itu adalah harapan dan gairah buat melanjutkan ke penulisan skenario. Dalam waktu 2 Minggu draft pertama selesai. Dengan di bantu Erik sasono dan Salman Aristo skenraio brownies di rombak. Pada saat itu malam tahun baru 2004. Ketika di luar terdengar terompet dan petasan, di rumah Erik Sasono terdengar suara tiga laki-laki berdebat soal plot, dialog, karakter dan cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah awal Brownies di buat. Tanpa Aris dan Erik, Brownies tetap jadi kue bantet yang tidak ada rasanya. Kami sadar bahwa spirit Brownies adalah memperbaiki sesuatu yang buruk. Kami menjadi reparator. Kami bengkel bagi skenario yang buruk. Dan yang paling menyedihkan kami sadar bahwa kami 'berjarak' dengan apa yang kami bikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hal itu berubah di malam FFI, 15 desember 2005. Tepat jam 11.30 aku dengar nama ku disebutkan sebagai sutradara terbaik. Aku ... &lt;em&gt;gak &lt;/em&gt;siap. Aku menjagokan Sayekti Hanafi sebagai pemenang. Bukan Brownies. Aku benar-benar lemas. bukan karena bangga. tapi karena aku harus menerima kenyataan yang sama sekali gak aku impikan. mungkin juga Aris dan Erik. Juga Cesa selaku sahabat dan editor ku. Juga Marcela, aktris cantik yang buatku sama sekali gak pantas disebut best actress karena ke-&lt;em&gt;jaim&lt;/em&gt;-annya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku gak tahu harus bersikap bagaimana. Satu-satunya yang ada dalam pikiranku hanyalah minta maaf kepada Riri Reza. Aku tau betul bagaimana perasaan dia. Karena aku sempat merasakan itu ketika malam anugrah Vidya. Hancur. Putus Asa dan &lt;em&gt;down ....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku sadar kemudian bahwa, &lt;em&gt;Manusia hanyalah bisa berbuat, Tuhan yang menetukan&lt;/em&gt;. Aku jadi ingat kata James Redfield dalam novelnya Charlestine Prophecy, bahwa dlam manuskrip pertama : &lt;em&gt;keberuntungan adalah bagian dari takdir manusia&lt;/em&gt;. Manusia kadang tidak menyadari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, aku ternyata masih harus banyak belajar ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19446088-113492103821310337?l=gatek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatek.blogspot.com/feeds/113492103821310337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19446088&amp;postID=113492103821310337' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19446088/posts/default/113492103821310337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19446088/posts/default/113492103821310337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatek.blogspot.com/2005/12/menang_18.html' title='Menang?'/><author><name>bumi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13182377067012896020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19446088.post-113412025266250700</id><published>2005-12-09T01:17:00.000-08:00</published><updated>2005-12-09T05:07:00.276-08:00</updated><title type='text'>Kalah ...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3432/1666/1600/COVER%20SAYEKTI%202.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="169" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3432/1666/320/COVER%20SAYEKTI%202.jpg" width="201" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;aku gak tahu harus kecewa atau bersukur. Sebab keduanya ada dalam diriku saat ini. Malam itu, 5 Desember 2005 adalah malam penentuan obsesiku dalam berkarya. Sayekti dan Hanafi aku bilang karya yang akan diapresiasi dengan hasil 'yang terbaik'. Faktanya, justru Sayekti dan Hanafi dikalahkan oleh sinetron lain. Seperti 'Aviator' kalah oleh 'Million dollar baby'. Martin scorcese yang trully director dikalahkan oleh Clint eastwood, yang memulai karier 'bukan dari sutradara'. Aku tidak tahu ekspresi apa yang seharusnya aku tampakkan pada saat ini? sedih? kecewa? atau justru bersyukur karena ada 'kemenangan lain' yang aku peroleh. Yakni 'kemenangan dalam peperangan melawan egoisme dan kesombongan'. Aku tidak munafik untuk merasa kecewa dan sedih. Aku orang normal yang sekedar ambisius. Sebaiknya aku berfikir jauh kedepan. Kemurungan dan kekecewaan memang tidak ada gunanya. tapi setidaknya aku jadi sadar bahwa apa yang aku lakukan semua salah. Seharusnya aku tidak menghabiskan waktuku untuk film. Aku jadi &lt;em&gt;tidak &lt;/em&gt;berjarak dengannya. sehingga kesalahan-kesalahan tidak tampak olehku. Barangkali aku sekarang mulai mengatur emosiku ataupun ambisiku ke arah yang lebih pantas. Bukan buat film. Mungkin buat lebih esensial. Buat &lt;em&gt;hidup &lt;/em&gt;itu sendiri. Yeah, film semata-mata Media buat filmaker untuk memahami &lt;em&gt;hidup &lt;/em&gt;lebih dalam. Kekalahanku sekarang (dan juga yang sudah-sudah) menyadarkan aku untuk kembali menyadari hidup dari bawah. dari nol. dari &lt;em&gt;tiada&lt;/em&gt; ... thanks god ... thanks for your unpredictable blessing to me ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19446088-113412025266250700?l=gatek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatek.blogspot.com/feeds/113412025266250700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19446088&amp;postID=113412025266250700' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19446088/posts/default/113412025266250700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19446088/posts/default/113412025266250700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatek.blogspot.com/2005/12/kalah.html' title='Kalah ...'/><author><name>bumi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13182377067012896020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19446088.post-113334183211991905</id><published>2005-11-30T01:04:00.000-08:00</published><updated>2005-12-09T04:56:45.113-08:00</updated><title type='text'>I am ....</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3432/1666/1600/100_0345.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3432/1666/320/100_0345.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini sebuah pengakuan. Setiap kali, aku merasa berada dalam kesunyian sekalipun ada banyak orang disampingku. Ketika aku mulai menyapa mereka, aku baru sadar kalau bahasa kita beda. aku coba pahami , tapi selalu terbata-bata. Sampai aku mengalah dalam keterbata-bataan itu. Gila! aku tidak mau kesepian. Tapi justru perasaan itu yang selalu muncul. Kadang aku coba untuk memaksakan diri tidak hanya sekedar menyapa, tapi bicara dan ... sering &lt;em&gt;Mengajak. &lt;/em&gt;Lagi-lagi, aku selalu terbata-bata. Malah pernah mendadak bisu. Pernah suatu kali aku coba lari dari itu semua. Tapi itu tidak menjawab. Akhirnya saking frustasinya, aku justru menyelami perasaan itu. Aku tatap kenyataan bahwa aku terasing di tengah keangkuhan kota jakarta ini. Aku menari didalamnya, telanjang, berteriak-teriak sendiri, sok asik dan Kini, aku tidak tahu sampai kapan aku punya kekuatan untuk melakukan itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;eve &lt;/em&gt;.... I need you so much !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19446088-113334183211991905?l=gatek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatek.blogspot.com/feeds/113334183211991905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19446088&amp;postID=113334183211991905' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19446088/posts/default/113334183211991905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19446088/posts/default/113334183211991905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatek.blogspot.com/2005/11/i-am.html' title='I am ....'/><author><name>bumi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13182377067012896020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19446088.post-113334059812389117</id><published>2005-11-30T00:48:00.000-08:00</published><updated>2005-11-30T00:49:58.136-08:00</updated><title type='text'>salam lagi ...</title><content type='html'>ini adalah blog kedua ku. Yang pertama gak bisa ke buka karena ... gatek. mungkin saking gak pernah di bukanya (karena gatek), jadinya ke delete.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19446088-113334059812389117?l=gatek.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gatek.blogspot.com/feeds/113334059812389117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19446088&amp;postID=113334059812389117' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19446088/posts/default/113334059812389117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19446088/posts/default/113334059812389117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gatek.blogspot.com/2005/11/salam-lagi.html' title='salam lagi ...'/><author><name>bumi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13182377067012896020</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry></feed>
